Chat with us, powered by LiveChat

Rabu, 12 April 2023

Aksi Biadab Oknum Pengasuh Ponpes Tega Cabuli 14 Santrinya di Batang

 Aksi Biadab Oknum Pengasuh Ponpes Tega Cabuli 14 Santrinya di Batang

Dunia Mereka - Pelecehan seksual dan hubungan seksual dengan anak di bawah umur kembali terjadi di wilayah administratif Batang Jawa Tengah. Celakanya, peristiwa itu melibatkan seorang guru ngaji yang lalai yang juga merupakan sipir sebuah pondok pesantren di Desa Wonosegoro, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Kapolda Jawa Tengah Ahmad Luthfi membeberkan motif guru mengaji sekaligus pengasuh pesantren di Desa Wonosegoro, Kecamatan Bandar.

"TKP. Pelecehan seksual atau hubungan seksual dengan anak di bawah umur ini terjadi di sebuah pondok pesantren di distrik Bandar dan kami mengamankan pelaku dan menangkap serta menahannya." kata Irjen Pol Ahmad Luthfi dalam jumpa pers, Selasa (11 April 2023).

“Jadi korbannya kurang lebih 14 mahasiswi. 8 diantaranya setelah dilakukan visum et repertum, dinyatakan positif keguguran dan dipastikan karena hubungan badan. Meski sisa 6 korban masih sehat, namun tergolong cabul," lanjut Kapolda.

Diketahui pelaku Wildan Mashuri (57) yang merupakan guru mengaji dan petugas kebersihan sebuah pesantren, aktif sejak 2019 hingga saat ini.

“Modus operandi pelaku membangunkan mahasiswi di pagi hari, mengajak pelaku ke kantin dan TKP lainnya, kemudian pelaku mengajak korban berhubungan badan dengan janji karomah.

Selain itu, pelaku juga mengklaim bahwa perbuatan tersebut merupakan persetujuan yang sah dan persetujuan sedemikian rupa sehingga menjadikan mereka sebagai suami istri, kemudian korban melakukan persetubuhan dengan syarat korban tidak boleh memberitahukan kepada orang tuanya," kata Kapolda.

Setelah melakukan persetubuhan dengan korban, korban diberi uang atau jajan dan tidak diperbolehkan memberitahukan kepada orang tuanya bahwa pelaku dan korban telah menikah secara sah. Korbannya adalah 14 mahasiswi saat itu, hanya satu yang sudah dewasa. Berdasarkan perkembangan, kemungkinan jumlah korban akan terus bertambah.

"Polda Biddokkes Jateng sedang menangani trauma tersebut, dan kami mengirimkan tim dari Dinas Psikologi Polda Jateng untuk pemulihan," lanjutnya.

Tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014, yang mengubah Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2002, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun ditambah sepertiga dari pidana maksimal, apalagi jika terlibat guru. 20 tahun penjara.

Selain Kapolda Jateng Ahmad Luthfi dan Kapolda Batang, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo juga hadir dalam jumpa pers yang digelar di Polres Batang.



Seorang Guru SD Jadi Korban Penusukan Oleh Tetangganya Sendiri Hanya Gegara Seringnya Cekcok

 Seorang Guru SD Jadi Korban Penusukan Oleh Tetangganya Sendiri Hanya Gegara Seringnya Cekcok


DUNIA MEREKA - Begitu nahas nasib pria yang sehari-hari bekerja sebagai Seorang guru SD, gara-gara sering cekcok ia jadi korban penusukan oleh tetangganya sendiri. 

Kapolsek Kebayoran Baru, Kompol Tribuana Roseno penusukan tersebut terjadi di Gang Mushola Al Awwabin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Selasa (11/4/2023) dini hari.  "Iya betul. Tadi subuh," kata Tribuana saat dikonfirmasi

Tribuana menuturkan kronologis penusukan tersebut bermula dari adanya aksi keributan korban dengan pelaku berinisial M.    

Kasus tersebut bermula antara korban dan pelaku yang saling kenal cekcok hingga terjadinya aksi penusukan tersebut. 

Pihaknya mendapati adanya dugaan pelaku penusukan tersebut mengalami kelainan.    

"Kemungkinan agak kelainan, jadi dia sama beberapa warga sering ribut kaya gitu. Sering ngancem sering apa, kemungkinan ada kelainan," ungkapnya. 

Sementara itu, pihaknya tengah mendalami penyebab aksi penusukan yang bermula dari cekcok antar pelaku dan korban

Kata ia saat ini korban masih menjalani perawat di RS Fatmawati akibat luka tusukan pada bagian leher dan pipi. 


"Kita belum tahu, karena Korbannya lagi di rawat kan. Belum bisa dimintai keterangan. 

Jadi intinya ada cek-cok, ribut-ribut belum tau masalahnya apa. Kemudian dia ditikam gitu lah. Pelaku masih dicari," pungkasnya

Selasa, 11 April 2023

Terungkap Pemilik Pabrik Ganja Sintesis di Garut Ternyata Pemiliknya Seorang Mahasiswa

 Terungkap Pemilik Pabrik Ganja Sintesis di Garut Ternyata Pemiliknya Seorang Mahasiswa


DUNIA MEREKA - Satuan Reserse Narkoba Polres Garut akhirnya berhasil membongkar pabrik rumahan ganja sintetis yang sudah beroperasi sekitar satu tahun. 

Parahnya, ketiga tersangka yang mencampur dan menguasai ganja sintetis itu ternyata masih mahasiswa. 

Kepala Satuan Narkoba AKP Polres Garut. Jimy Ridwan Sihite mengatakan, dalam penyerangan itu, ketiganya berinisial FMH (21), ZM (21) dan MA 19 menciptakan ganja sintetis. 

Maka diamankan beberapa kilo bahan baku dan obat kimia berupa rempah ganja sintetik. 


"Termasuk ganja sintetis 0,5 kg siap edar, sudah diamankan," katanya dalam keterangan di Polres Garut, Senin, 10 April 2023. Berdasarkan hasil pemeriksaan, produksinya hingga lebih dari empat kali lipat. dengan keuntungan bulanan Rp 25 juta. 

Tujuan penjualan ganja sintetis adalah kepada sesama pelajar dan mahasiswa. “Jadi ketiga mahasiswa ini jualan ke mahasiswa lain dan jualan ke mahasiswa secara online,” kata Jimmy.


Jimmy melanjutkan, kelompoknya berhasil mendapatkan beberapa kilogram ganja sintetis berbahan dasar ganja, obat kimia, timbangan, pewarna dan ganja sintetis yang siap dibagikan.

 Tersangka dijerat Pasal 111 dan/atau 112 dan/atau 114, Pasal 132 Undang-Undang Narkotika RI Nomor 34 Tahun 2009. "Ketiganya terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara," pungkasnya.

Minggu, 09 April 2023

Adik Tega Tikam Kakak Kandung hingga Tewas Hanya Gegara Mie Goreng

 Adik Tega Tikam Kakak Kandung hingga Tewas Hanya Gegara Mie Goreng


DUNIA MEREKA - Rivan (27) menemui nasib tragis.Seorang warga Karang Agung, Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, tewas setelah ditikam adiknya sendiri yang  berusia 15 tahun dengan huruf AL

Kakak beradik ini tewas ditikam pada Sabtu 8 April 2023 pukul 03.00 WIB di rumah keduanya di Karang Agung, Kecamatan Lalan.  
 
Berdasarkan informasi yang diterima, kejadian berawal dari hal sepele, yang membuat korban marah, bahkan menampar AL dan mencekik  AL. 

Itu karena adiknya hanya membeli satu bungkus mie goreng. Setelah memarahinya, AL memotong bawang dan kangkung untuk dimasak. 


Setelah mendapat perlakuan tersebut, AL langsung spontan menikam tubuh korban dengan pisau di tangannya. 
Pisau mengenai perut  kiri, menyebabkan korban  pingsan

Korban dinyatakan meninggal dunia sesaat setelah  dibawa ke Puskesmas PT BKI. Kapolsek Musi Banyuasin AKBP Siswandi membenarkan kejadian tersebut melalui Kapolsek Lalan Iptu Hasurungan Hutaju. 

Korban dan anak yang berkonflik dengan hukum  adalah saudara kandung dan tinggal dalam satu rumah.


Heboh!!Video Pemukulan Kadis Dikbud Kolaka Timur Oleh Kabid hingga Mimisan

 Heboh!!Video Pemukulan Kadis Dikbud Kolaka Timur Oleh Kabid hingga Mimisan

DUNIA MEREKA  - Jagad Raya Sultra dikejutkan dengan adegan pemukulan yang dilakukan Plt Direktur Biro Pendidikan dan Kebudayaan Itä-Kolaka. Panglima Herman Amin tampil di hadapan anak buahnya pada Rabu, 5 April 2023. 

Peristiwa itu viral dan terekam video berdurasi 2,25 detik. Pemukulan Plt Kadis dilakukan oleh Direktur Kebudayaan dan Kebudayaan Kolkata Timur Muhtar Syamsuddin. Kisruh keduanya bermula saat Kadis mengadakan pertemuan dengan beberapa tokoh masyarakat di ruangannya.

Dalam video tersebut, terdengar Pemimpin Kebudayaan, Pendidikan dan Kebudayaan Coltim Timur meminta duel melawan Pemimpin Pendidikan dan Kebudayaan Coltim Timur. 


"Pak, kalau mau ke sini, ke sini kalau mau," kata Kepala Dinas Kebudayaan, Pendidikan, dan Kebudayaan Kaltim dalam video tersebut.

Dalam video berdurasi 2,25 detik itu, Muhtar tampak emosional dan melontarkan kata-kata tidak pantas kepada Herman. Keributan tersebut disaksikan oleh pejabat Kementerian Dalam Negeri setempat yang berusaha memisahkan keduanya.

Dalam video itu, Herman mimisan setelah dipukul Muhtar. Meski demikian, ia tetap terlihat tenang di depan Muhtar yang emosional. Herman Amin membenarkan adanya aksi pemukulan melalui telepon seluler. "Kokous (Muhtar) masuk begitu dia menendang pintu dan memukul saya," katanya.

Muhtar dikabarkan melakukan hal tersebut karena tidak menerima penggantian PPTK yang dilakukannya. Meski dia mengatakan perubahan itu dalam kewenangannya sebagai manajer untuk membuat janji atas kebijakannya sendiri. “Seharusnya dia meneliti sendiri dan tidak bertanya apa tugas utama saya,” pungkasnya

Sementara itu, Kadis Kominfo Koltim, Nyoman Abdi, mengatakan kepada media bahwa hal tersebut hanyalah caci maki.

Kasus tersebut saat ini ditangani secara internal oleh Pj Gubernur Kaltim. melalui Manajer Distrik Abdul Aziz.




Nekad, Pria Paruh Baya Cabuli Remaja Laki - Laki karena Sudah Tertarik Sejak Lama

 Nekad, Pria Paruh Baya Cabuli Remaja Laki - Laki karena Sudah Tertarik Sejak Lama


DUNIA MEREKA - Polisi menangkap seorang pria paruh baya berinisial FC Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut).

Polisi menangkap seorang pria berusia 55 tahun karena menganiaya seorang anak laki-laki berusia 15 tahun di kamar mandi. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Manado Kompol Sugeng Wahyudi Santoso mengatakan, penangkapan para pelaku itu berdasarkan penyelidikan yang dilakukan setelah mendapat laporan dari orang tua korban

Dalam laporannya, pelaku diduga mencabuli korban sebanyak tiga kali.

"Pelaku ditangkap setelah mendapat laporan dari orang tua korban dan berdasarkan pemeriksaan, pelaku melakukan perbuatan asusila sebanyak 3 kali," kata Kompol Sugeng Wahyudi Santoso pada Minggu, 8 April 2024. Sugeng menjelaskan, aksi keji FC dilakukan di rumahnya di Kecamatan Kalawati, Minahasa Utara (Menit). Di sana, korban dicium kemudian dibawa ke kamar mandi untuk dicabuli.

"Jadi korban diajak ke rumah pelaku. Dan saat korban ada di sana, pelaku mencium korban lalu pelaku membawa korban ke kamar mandi untuk dilecehkan," ujarnya. 

Hasil penyelidikan para pelaku mengungkapkan, perbuatan cabul tersebut dilakukan sejak tahun 2022. Orang tua korban baru mengetahui perbuatan tidak pantas tersebut. Adapun motif pelaku mengaku sangat tergila-gila melihat remaja laki-laki.

"Kejadiannya tahun 2022, tapi orang tua korban lapor ke Polres Manado. Tahun ini, akhirnya kami dapat petunjuk dan tangkap pelakunya Jumat lalu. Kalau motifnya ingin ketemu cowok," terang Sugeng.


Seorang Wanita Tega Tendang Muka Temannya Hanya Perkara Sepele

 Seorang Wanita Tega Tendang Muka Temannya Hanya Perkara Sepele


DUNIA MEREKA - Viral di jejaring sosial, bullying yang berujung penganiayaan terhadap seorang perempuan muda di bawah umur. 

Salah satunya diunggah di akun Instagram @wargajakarta.id. Penganiaya adalah temannya sendiri. 

Peristiwa itu terjadi di sebuah taman di kawasan Papanggo Tanjung Priok, Jakarta Utara. Peristiwa ini terjadi pada Selasa malam, 4 April 2023. PEREMPUAN MINA BERSAMA TEMAN DI KECAMATAN TJ PRIOK, PAPANGGO. 

Seorang wanita di bawah umur diserang oleh temannya di sebuah taman di Tanjung Priok, Kecamatan Papanggo, Jakarta Utara pada Selasa malam (4/4). Motif niat wanita ini untuk melecehkannya .. tidak diketahui, kawan," katanya, Rabu, 5 April 2023. 
  
Sementara itu, Kapolres Tanjung Priok Kompol Nazirwan membenarkan kejadian tersebut. Polisi yang mengetahui kejadian tersebut langsung mendatangi dan menyelidiki anak haram tersebut. “Ya benar, di Papanggo ada anak di bawah umur yang dianiaya,” kata Nazirwan. 

Dia menjelaskan, kejadian bermula saat korban berinisial SPA (14) meminta barang yang  dipinjam dari pelaku N (14). Barang milik korban yang digeledah antara lain pakaian, sendal, tiket kereta api dan uang tunai Rp 35.000. 


“Korban meminta barang yang dipinjam dari pelaku, namun pelaku malah mengajak korban untuk berduel jika ingin barang tersebut dikembalikan,” ujarnya. Dia menambahkan, pelaku menyerang korban dengan kakinya dan memukul kepalanya dengan tangan kosong. Dia melanjutkan, saat itu para pelaku  berada di  Polsek Tanjung Priok untuk pemeriksaan lebih lanjut. 

 "Korban ditendang dan dipukul di kepala. Kami masih menyelidiki apa yang menyebabkan penganiayaan itu. Mohon bersabar ya teman-teman," ujarnya.





Aksi Biadab Oknum Pengasuh Ponpes Tega Cabuli 14 Santrinya di Batang

  Aksi Biadab Oknum Pengasuh Ponpes Tega Cabuli 14 Santrinya di Batang Dunia Mereka - Pelecehan seksual dan hubungan seksual dengan anak di...