Terungkap,8 Kuburan Berisi 12 Jenazah Korban Penggandaan Uang

Dunia Mereka - Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda) Jawa Tengah mengungkapkan, dari 12 korban pembunuhan dukun pengganda uang Slamet di Kabupaten Banjarnegara, baru satu korban yang teridentifikasi, yakni Priyanto, warga Sukabumi. Para korban dimakamkan di delapan kuburan.
"Rinciannya, ada satu jenazah Priyanto dan sembilan jenazah yang belum teridentifikasi. Enam di antaranya laki-laki berusia 40-an dan 50-an, tiga perempuan berusia 25-an, dan perempuan berusia 35-an tahun." kata Kapolda Jateng Kompol Ahmad Luthfi, Rabu (4/5).
Ia mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan medis, puluhan korban mati lemas dan tidak ada kekerasan. "Mereka semua mati lemas dan tidak ada luka kekerasan. Sementara isi semua jenazah sekarang dilaporkan sebagai motif pembunuhan," katanya.
Berdasarkan pemeriksaan tim DVI Polda Jateng dan pengakuan pelaku, ditemukan delapan lubang di dalam tanah yang berisi 12 mayat. Artinya, ditemukan satu jenazah warga Gunungkidul DIY yang dimakamkan Slamet di kuburan nomor dua. Kedua jenazah tersebut kemudian teridentifikasi sebagai pasangan suami istri warga Tasikmalaya yang dimakamkan di kuburan yang sama di lubang nomor tiga. Selain itu, dua warga Jakarta, laki-laki dan perempuan, dimakamkan bersama di lubang nomor empat.
Dua warga Palembang, satu untuk Mulyad. Akhirnya, dua warga Yogyakarta, laki-laki dan perempuan, dimakamkan bersama di lubang nomor delapan.
“Jadi ada lima kuburan dengan dua jenazah. Menurut temuan, dua warga Tasikmalaya, laki-laki dan perempuan, dimakamkan di lubang nomor tiga. Dua mayat digali. Kemudian tiga lubang yang tersisa berisi satu tubuh. "Atas nama korban, atas nama Muyad, baru dilakukan perkembangan atas keterangan tersangka," jelasnya.
Dalam laporan warga, ia menegaskan hal itu akan memudahkan pemeriksaan ante mortem oleh tim DVI. "Mudah-mudahan masyarakat di wilayah Yogyakarta, Jakarta atau Tasik yang merasa keluarganya hilang atau belum kembali, segera menghubungi Polres Banjarnegara kami untuk melakukan ante mortem test. Untuk melengkapi penyelidikan," ujarnya. .


Tidak ada komentar:
Posting Komentar